Stunting masih menjadi permasalahan gizi utama pada balita yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya nafsu makan. Pemanfaatan suplemen herbal berbasis tanaman lokal berpotensi menjadi strategi pendukung dalam pencegahan stunting, namun efektivitas edukasi terkait pemanfaatannya masih perlu dievaluasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan suplemen herbal sebagai penunjang nafsu makan dalam upaya pencegahan stunting pada balita di Desa Karangwangkal dengan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Metode: Edukasi dilaksanakan melalui penyuluhan menggunakan media presentasi, kemudian dievaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 12 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pemahaman responden dari 85,83 pada pretest menjadi 95,00 pada posttest, peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik. Meskipun demikian, peningkatan skor pada sebagian besar responden menunjukkan bahwa edukasi memiliki dampak positif secara praktis, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan suplemen herbal sebagai penunjang nafsu makan balita. Kesimpulan: Edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan didukung metode pembelajaran yang lebih interaktif agar efektivitasnya meningkat.
Copyrights © 2026