Manajemen bandwidth merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan jaringan komputer untuk menjaga kualitas layanan jaringan. Peningkatan jumlah pengguna internet sering menyebabkan distribusi bandwidth yang tidak merata sehingga mengakibatkan penurunan kualitas jaringan seperti meningkatnya delay, jitter, dan packet loss. Router Mikrotik menyediakan berbagai metode pengelolaan bandwidth, di antaranya Queue Tree dan Proxy Server Internal yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bandwidth jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja kedua metode tersebut dalam meningkatkan kualitas layanan jaringan berdasarkan parameter Quality of Service (QoS). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan implementasi kedua metode pada topologi jaringan yang sama. Parameter pengujian yang digunakan meliputi throughput, delay, jitter, packet loss, dan bandwidth efficiency. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk menentukan metode terbaik berdasarkan beberapa kriteria QoS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Queue Tree memiliki performa terbaik dalam distribusi bandwidth dengan nilai preferensi sebesar 0,950, sedangkan metode Proxy Server Internal menunjukkan efisiensi penggunaan bandwidth yang lebih tinggi melalui mekanisme caching. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Queue Tree dan Proxy Server Internal secara terintegrasidapat meningkatkan performa dan efisiensi jaringan secara signifikan.
Copyrights © 2025