Jurnal Kelautan Tropis
Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS

Validasi Mangrove Health Index Berbasis Sentinel-2 di Bali dan Jawa Timur, Indonesia

Abd. Rahman As-syakur (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana)
I Gede Agus Novanda (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Udayana)
I Putu Sugiana (Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Sains Dan Teknologi, Universitas Warmadewa)
I Gusti Ayu Istri Pradnyandari Dewi (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Udayana)
Anak Agung Eka Andiani (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Udayana)
Putu Echa Priyaning Aryunisha (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Udayana)
Adhisti Riskianisya (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Udayana)
I Made Sara Wijana (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Udayana Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Udayana)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2026

Abstract

Hutan mangrove memegang peranan yang penting dalam perlindungan pesisir dan penyerapan karbon, namun ancaman degradasinya terus meningkat. Teknologi penginderaan jauh menawarkan solusi pemantauan efisien melalui Indeks Kesehatan Mangrove atau Mangrove Health Index (MHI) berbasis citra Sentinel-2 (MHI-S2). Penelitian ini mengevaluasi akurasi model empiris MHI-S2 dibandingkan dengan pengukuran MHI lapangan (MHI-L), pada ekosistem mangrove di Bali dan Jawa Timur. Data dikumpulkan dari 194 plot pada 6 lokasi berbeda di Bali dan Jawa Timur dengan pengamatan yang mencakup parameter tutupan tajuk, diameter batang, dan kerapatan pancang/sapling, yang kemudian disandingkan dengan MHI-S2 pada periode waktu berdekatan. Evaluasi kinerja menggunakan koefisien korelasi Pearson (r dan R²), metrik galat/error (RMSE, MAE, bias), koefisien korelasi konkordansi Lin (Lin’s CCC), serta analisis Bland–Altman. Hasil menunjukkan hubungan moderat antara MHI-S2 dan MHI-L (r = 0,71; R² = 0,50). Meski demikian, ditemukan bias positif yang cukup tinggi yaitu sebesar 20,6 yang mengindikasikan kecenderungan overestimasi oleh model MHI-S2. Rendahnya nilai Lin’s CCC (0,36) dan lebarnya rentang batas kesepakatan 95% hasil analisis Bland–Altman (–17 hingga +59) menegaskan akurasi yang terbatas pada skala plot. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model MHI-S2 yang tersedia saat ini belum sepenuhnya andal untuk estimasi nilai absolut MHI-L. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model empiris lanjutan serta validasi lapangan yang lebih intensif untuk meningkatkan presisi pemantauan berbasis satelit, demi mendukung keberhasilan manajemen konservasi mangrove.

Copyrights © 2026