Jurnal Kelautan Tropis
Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS

Dinamika Komunitas Ikan pada Habitat Buatan di Perairan Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah

Munasik Munasik (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Univeristas Diponegoro)
Bonifacius Arbanto (Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Univeristas Diponegoro)
Syauqina Nashihi Aufar (Pusat Penelitian Ekonomi Biru, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Diponegoro)
Ardian Nurrasyid Chamidy (Pusat Penelitian Ekonomi Biru, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Diponegoro)
Ari Wibawa Norma Saputra (PT. Bhumi Jati Power, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B)
Handoko Agung Prabowo (PT. Bhumi Jati Power, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B)
Mustagfirin Mustagfirin (PT. Bhumi Jati Power, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B)
Nur Azizah (PT. Bhumi Jati Power, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B)
Noor Azharul Fuad (PT. Bhumi Jati Power, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2026

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir akibat tekanan aktivitas dari daratan sering kali mengakibatkan penurunan sumber daya ikan dan perubahan struktur komunitas biota laut. Pendekatan dengan menerapkan habitat buatan berbasis peningkatan komunitas ikan (fish enhancement) menjadi alternatif restorasi yang relevan untuk pesisir yang tergradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kelimpahan ikan dan struktur komunitas ikan pada tahap awal kolonisasi pada habitat buatan BHUMI (Bangunan Hunian Buatan untuk Rumah Ikan) yang dipasang di perairan Teluk Awur, Jepara. Pengamatan komunitas ikan dilakukan secara berkala, yaitu 2 bulan dan 4 bulan setelah instalasi struktur, dengan menggunakan metode survei bawah air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi habitat buatan telah meningkatkan kelimpahan ikan secara signifikan seiring waktu pengamatan (p<0,05). Sebanyak 18 famili dan 28 spesies ikan telah menempati habitat buatan dengan kelimpahan berkisar 144–238 individu pasca-instalasi. Hasil juga menunjukkan bahwa kelimpahan ikan yang berasosiasi dengan habitat buatan dipengaruhi oleh lokasi penempatan dan waktu pemantauannya (p<0,05). Perubahan kelimpahan ikan akibat waktu cenderung terjadi di lokasi dekat pantai (Teluk Awur); sebaliknya, perubahan kelimpahan ikan di lepas pantai (Karang Bokor) relatif stabil. Terdapat perubahan struktur komunitas ikan yang signifikan selama periode pemantauan (p<0,05) yang mengindikasikan terjadinya proses suksesi komunitas pada habitat baru. Tahap awal kolonisasi oleh spesies ikan oportunistik dan generalis, kemudian diikuti oleh peningkatan keanekaragaman komunitas ikan yang menunjukkan proses stabilisasi ekologi. Temuan ini memperlihatkan bahwa desain struktur habitat buatan efektif dalam menyediakan habitat perlindungan dan meningkatkan agregasi ikan pada perairan pesisir yang dipengaruhi oleh aktivitas daratan.

Copyrights © 2026