Permasalahan limbah organik rumah tangga masih menjadi isu lingkungan yang sering terabaikan, khususnya di kawasan pemukiman Desa Lubuk Dalam. Sampah berupa sisa makanan, kulit buah, serta potongan sayuran umumnya dibuang tanpa pengolahan sehingga berpotensi mencemari udara, tanah, dan air. Kondisi ini semakin berat karena keterbatasan sarana pengelolaan serta rendahnya pemahaman masyarakat. Di sisi lain, mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani sawit dan peternak unggas menghadapi biaya pakan tinggi yang membebani usaha mereka. Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Mas) kelompok 93 di RT 004 RW 005 Kampung Lubuk Dalam memperkenalkan teknologi biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi ganda, yaitu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan pakan alternatif bernilai gizi tinggi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyrakat dalam pengelolaan sampah organic secara mandiri, sekaligus menyediakan alternatif pakan ternak yang lebih ekonomis. Metode Pelaksanaan program ini meliputi: 1)melakukan penyuluhan dan sosialisasi, 2)melakukan pelatihan dan praktik langsung, 3)melakukan pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan pengurangan limbah signifikan, ketersediaan pakan, alternatif, serta peningkatan pengetahuan warga. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung ekonomi sirkular berkelanjutan (Astanti et al., 2023) Kata kunci : Larva Black Soldier Fly (BSF), Limbah Organik, Rumah Tangga.
Copyrights © 2026