Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering dibuang sembarangan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Desa Kumbara Utama, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, menghadapi permasalahan serupa akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak goreng bekas. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi serta pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan lilin dengan tambahan asam stearat, pewarna, dan minyak esensial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai dampak negatif minyak jelantah, serta keterampilan dalam mengolahnya menjadi produk kreatif. Lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki kualitas fisik dan aroma yang baik. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha kecil serta menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci : Minyak jelantah, lilin aromaterapi, pengelolaan limbah rumah tangga.
Copyrights © 2026