Desa Tanjung Kuras di Kabupaten Siak, Riau, merupakan salah satu penghasil nanas utama dengan perkebunan seluas lebih dari 25 hektar yang dikelola secara mandiri oleh kelompok tani dan warga setempat. Nanas segar yang dihasilakn dipasarkan ke pasar tradisional dan pengepul, namun limbah seperti kulit, tunggul, dan daun sering dibuang sembarangan di sekitar kebun dan pemukiman, menyebabkan penumpukan sampah organik yang berpotensi mencemari tanah dan air serta memicu penyakit. Rendahnya pengetahuan dan pendidikan petani memperburuk kesadaran lingkungan, sehingga limbah nanas yang kaya lignoselulosa dan senyawa bromelin belum dimanfaatkan secara optimal untuk energi, pakan ternak, pangan, atau bahan kimia industri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah nanas menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Metode yang digunakan adalah fermentasi anaerobik, diawali dengan studi jurnal dan video edukasi tentang pengolahan limbah nanas menjadi biogas. Program ini berhasil menghasilkan biogas skala kecil untuk kebutuhan rumah tangga, dalam program ini diperlukan ketelitian tinggi untuk mencegah kebocoran gas. Dengan pengabdian ini pemahaman masyarakat meningkat signifikan, mendorong inovasi berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbiaya rendah serta edukasi tentang risiko penumpukan sampah jangka panjang.
Copyrights © 2026