Perkembangan motorik halus anak prasekolah masih mengalami berbagai hambatan yang disebabkan oleh faktor pola asuh, media pembelajaran yang kurang menarik, serta keterbatasan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kegiatan mozaik dan meronce terhadap kemampuan motorik halus anak prasekolah di TK Lestari Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen menggunakan desain one group pretest dan posttest. Populasi penelitian berjumlah 30 anak dengan sampel 28 anak yang memenuhi kriteria inklusi menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah formulir KPSP motorik halus, lembar observasi, dan SOP intervensi. Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kemampuan motorik halus sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p < 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi kegiatan mozaik dan meronce berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak prasekolah.
Copyrights © 2026