Ghibah merupakan perilaku membicarakan keburukan orang lain yang dilarang dalam Islam. Selain berdampak pada hubungan sosial, ghibah juga dapat memicu stres psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku ghibah dengan stres psikologis melalui mekanisme hormon kortisol dengan pendekatan integratif antara sains dan perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal ilmiah dan kitab tafsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ghibah dapat menimbulkan tekanan emosional, rasa bersalah, konflik sosial, dan kecemasan yang memicu peningkatan hormon kortisol sebagai hormon stres. Dalam perspektif Islam, larangan ghibah bertujuan menjaga keharmonisan sosial dan kesehatan mental manusia. Dengan demikian, menghindari ghibah tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga memiliki manfaat psikologis dan kesehatan
Copyrights © 2026