PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur dengan kegiatan utama memproduksi sepatu dalam berbagai model dan tipe. Perusahaan ini menghadapi permasalahan tingginya tingkat produk cacat yang melampaui standar kualitas yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 3%. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan dalam proses produksi adalah kurang optimalnya pengawasan pada masing-masing departemen. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat jenis cacat utama, yaitu bahan baku sobek sebesar 4%, material cacat miring sebesar 4%, material yang tidak sesuai dengan pola sebesar 3%, serta kesalahan pemotongan material sebesar 2%. Sebelum penerapan metode Statistical Process Control (SPC), tingkat kerusakan produk di PT XYZ tercatat melebihi batas maksimum yang ditentukan perusahaan, yaitu sebesar 3%. Khusus pada model sepatu Air Force 1, tingkat kerusakan mencapai 10% dan bahkan meningkat hingga 12% sebagai angka tertinggi. Setelah diterapkannya metode Statistical Process Control (SPC), perusahaan mengalami penurunan tingkat kerusakan produk hingga mencapai persentase sebesar 4%.
Copyrights © 2026