Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan beban kerja terhadap kepuasan kerja dengan stres kerja sebagai variabel mediasi pada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 331 penyuluh KB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta berpengaruh negatif terhadap stres kerja. Sebaliknya, beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja dan berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja. Stres kerja terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, serta berperan sebagai variabel mediasi parsial dalam hubungan antara work-life balance dan beban kerja terhadap kepuasan kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat kepuasan kerja penyuluh KB tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kerja secara langsung, tetapi juga melalui mekanisme psikologis berupa stres kerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan BKKBN, khususnya dalam penguatan kebijakan work-life balance, pengendalian beban kerja, dan pengelolaan stres kerja guna meningkatkan kesejahteraan dan kinerja penyuluh KB.
Copyrights © 2026