Pasar merupakan bagian penting dalam perkembangan arsitektur pembangunan sebuah kota di Indonesia. Tidak hanya berperan dalam aspek ekonomi, pasar juga berperan dalam aspek sosial budaya masyarakat di wilayahnya. Pentingnya peran pasar tradisional ini direspon pemerintah melalui pelbagai program revitalisasi agar lebih mengikuti konteks zaman dan tidak kalah bersaing dengan jenis pasar yang lain. Namun permasalahan yang baru muncul setelah program revitalisasi dilaksanakan terutama menurunnya transaksi ekonomi dan tingkat keramaian di pasar. Revitalisasi Pasar Prawirotaman menjadi kasus yang diteliti pada permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perilaku pengguna pasar tradisional untuk mengetahui tingkat optimalisasi fungsi ruang bangunan pasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pemetaan perilaku pengguna pasar melalui place-centered mapping dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa pola perilaku pengguna memiliki jumlah frekuensi kegiatan berbeda di setiap lantainya dan pemilihan elemen aksesibilitas oleh pengguna bersifat langsung dan terarah sehingga mempengaruhi tingkat optimalisasi fungsi ruang.
Copyrights © 2026