Ketersediaan lahan yang minim di Kota Makassar menjadi salah satu faktor Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) tidak menghiraukan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya dan menjadi salah satu penyebab timbulnya gangguan kesehatan pada seseorang. Penerapan arsitektur therapeutic menjawab permasalahan yang dihadapi RSIA di Kota Makassar. Penerapan therapeutic tidak hanya dapat dilakukan pada landscape atau ruang luar, akan tetapi dapat berupa desain interior dan elemen therapeutic itu sendiri seperti pencahayaan, warna, musik, ataupun sirkulasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menghasilkan desain sebuah RSIA yang terukur dan mengedepankan lingkungan yang berfokus untuk menunjang proses interaksi yang dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik pengguna, terutama pasien ibu dan anak sehingga mempercepat proses penyembuhan. Penerapan arsitektur therapeutic pada RSIA dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan ruang bagi pengguna sehingga menciptakan ruang yang nyaman, dengan demikian penerapan konsep therapeutic pada RSIA dapat tercapai.
Copyrights © 2026