Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar perekonomian Indonesia yang menyumbang lebih dari 61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Namun, mayoritas UMKM masih menghadapi masalah inefisiensi produksi yang bersumber dari praktik pemborosan atau waste. Dalam perspektif ekonomi Islam, pemborosan sumber daya dalam proses produksi diidentifikasi sebagai israf, yakni perilaku menggunakan sumber daya secara berlebihan yang melampaui batas kebutuhan wajar dan secara tegas dilarang oleh Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena israf dalam praktik produksi UMKM Indonesia pada sektor pangan dan manufaktur, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, mengkaji dampaknya secara multidimensi (ekonomi, sosial-lingkungan, dan spiritual), serta merumuskan model manajemen produksi berbasis prinsip wasathiyyah dan halalan tayyiban sebagai solusi normatif yang komprehensif. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka dan analisis teks Al-Qur’an serta Hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa israf pada UMKM dipicu oleh lemahnya manajemen produksi, keterbatasan teknologi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan tata letak fasilitas yang tidak efisien. Israf berdampak pada meningkatnya biaya produksi, penurunan daya saing, kerusakan lingkungan, dan degradasi nilai-nilai spiritual pelaku usaha. Penerapan prinsip wasathiyyah yang disinergikan dengan pendekatan lean production dan konsep iqtishad dalam Islam terbukti menjadi alternatif solusi yang efektif, etis, dan berkelanjutan bagi UMKM di Indonesia.
Copyrights © 2026