Program KIP Kuliah dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi siswa dari keluarga miskin, namun pengelolaan dana yang tidak bijak dan perilaku hedonis yang dipengaruhi lingkungan pertemanan, gengsi, dan individualisme dapat menimbulkan disfungsi. Penelitian ini bertujuan mengkaji perilaku laten mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah yang menunjukkan disfungsi dalam penggunaan dana beasiswa. Metode fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman mahasiswa melalui wawancara yang disusun, serta triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data wawancara 3 informan dari 3 perguruan tinggi. Teknik analisis data meliputi reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dari analisis berulang. Perilaku laten mahasiswa dalam disfungsi penggunaan beasiswa KIP Kuliah dipicu oleh faktor lingkungan pertemanan, gengsi dan individualisme. Penelitian ini menegaskan perlunya pengawasan ketat, sistem seleksi yang lebih intens, penguatan norma, nilai, dan struktur sosial untuk meminimalkan disfungsi serta memastikan dana beasiswa benar-benar tepat sasaran dan mendukung mahasiswa yang lebih membutuhkan.
Copyrights © 2026