Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sosiologi dalam menangani perundungan di kalangan siswa di SMA Negeri 7 Kota Serang. Penelitian ini fokus pada mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan mengkaji strategi yang digunakan guru sosiologi untuk merespons dan mencegah tindakan tersebut melalui integrasi nilai-nilai sosial dan norma-norma masyarakat. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan proses reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perundungan di sekolah diwujudkan dalam bentuk verbal dan non-verbal, termasuk keterlibatan, pengucilan, dan intimidasi teman sebaya. Guru sosiologi memainkan peran sentral sebagai pendidik, mentor, dan pengontrol sosial dengan mendorong suasana belajar yang aman dan etis melalui diskusi kelas, instruksi moral, dan penguatan empati sosial siswa. Berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, upaya guru dipahami sebagai tindakan rasional yang diarahkan pada nilai-nilai dan tujuan pendidikan yang mendorong perilaku sosial positif di kalangan siswa. Secara keseluruhan, hasil tersebut menyoroti pentingnya keterlibatan guru dalam menumbuhkan lingkungan yang mendukung dan mengurangi lingkungan di sekolah.
Copyrights © 2026