Banyak remaja yang mengalami kesulitan mengungkapkan emosi secara verbal, sehingga memicu munculnya permasalahan psikososial seperti stres, kecemasan, maupun perilaku maladaptif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan dan kontribusi Eco Art Therapy sebagai media ekspresi emosi dalam layanan Bimbingan dan Konseling di SMA N 3 Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat siswa yang mengikuti intervensi Eco Art Therapy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, partisipan mengalami kebingungan emosional, tekanan psikologis, serta hambatan dalam self-disclosure. Pelaksanaan Eco Art Therapy dalam dua tahap, eksplorasi alam dan refleksi melaui simbolisasi karya yang memberikan efek terapeutik yang signifikan. Partisipan mampu mengekspresikan emosi terpendam melalui media non-verbal, mengalami katarsis, serta mengembangkan pemahaman diri yang lebih baik. Intervensi ini juga meningkatkan motivasi siswa untuk membuka diri dalam layanan BK dan memperkuat hubungan konselor dan konseli. Temuan ini menegaskan bahwa Eco Art Therapy merupakan pendekatan kreatif dan efektif untuk memfasilitasi ekspresi serta regulasi emosi, sekaligus menjadi inovasi penting dalam layanan BK di sekolah.
Copyrights © 2026