Penelitian ini menganalisis penerapan model quasi-franchise governance dalam pengelolaan pelabuhan non-core serta implikasinya terhadap efisiensi operasional dan kontribusi sektor transportasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Studi kasus dilakukan pada kerja sama operasional antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Kota Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif berbasis studi kasus dengan analisis tren time-series data periode 2016–2024 yang meliputi arus petikemas, kinerja keuangan (revenue dan EBITDA), serta kontribusi sektor transportasi dan pergudangan terhadap PDRB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model quasi-franchise memungkinkan pemisahan fungsi pengendalian strategis dan pelaksanaan operasional, yang berimplikasi pada peningkatan fleksibilitas manajerial dan perbaikan efisiensi operasional. Pertumbuhan EBITDA yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan revenue mengindikasikan peningkatan efisiensi struktur biaya. Selain itu, pemulihan arus petikemas pasca-pandemi berkontribusi terhadap penguatan sektor transportasi dan pergudangan dalam struktur ekonomi daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa model quasi-franchise governance berpotensi menjadi instrumen kelembagaan yang efektif dalam meningkatkan kinerja pelabuhan non-core sekaligus mendukung daya saing logistik regional.
Copyrights © 2026