Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stress kerja terhadap workplace well-being pada karyawan dengan sistem jam kerja overtime di perusahaan third party administrator PT X. Tingginya tuntutan pekerjaan dan intensitas lembur yang berkelanjutan berpotensi meningkatkan tekanan psikologis karyawan dan berdampak pada kesejahteraan kerja mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis regresi linear sederhana. Subjek penelitian berjumlah 125 karyawan yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala stress kerja dan skala workplace well-being yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas karyawan berada pada kategori stress kerja sedang (86,4%) dan workplace well-being sedang (86,4%). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa stress kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap workplace well-being (β = -0,984; p < 0,05), dengan kontribusi sebesar 96,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan stress kerja secara signifikan menurunkan tingkat kesejahteraan kerja karyawan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan stress kerja dalam organisasi, khususnya pada perusahaan dengan karakteristik jam kerja overtime, guna menjaga dan meningkatkan workplace well-being karyawan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026