Penelitian ini menelaah tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia dan menilai penguatan kewirausahaan mahasiswa sebagai solusi strategis. Tujuan penelitian adalah menggambarkan pengalaman 10 mahasiswa FEB Universitas Riau yang mengikuti pelatihan kewirausahaan intensif, mengidentifikasi pemangku kepentingan paling berpengaruh, serta menganalisis dampaknya terhadap niat berwirausaha. Pendekatan kualitatif digunakan melalui tinjauan pustaka dan kuesioner terbuka. Hasil menunjukkan 60% responden bergerak di sektor F&B, 30% produk, dan 10% jasa; lama usaha berkisar 6 bulan hingga 3 tahun. Pelatihan 3–5 sesi progresif (ide bisnis, RAB, pemasaran digital) dinilai efektif karena mengintegrasikan teori dan praktik; simulasi bisnis serta latihan strategi pemasaran meningkatkan kepercayaan diri, manajemen risiko, dan kemampuan memanfaatkan peluang pasar. Dukungan internal (dosen, unit kewirausahaan) dan eksternal (UMKM lokal, lembaga mikrofinansial) melalui pendampingan, jejaring pasar, dan pembiayaan skala kecil berperan penting dalam mewujudkan niat menjadi tindakan nyata. Disimpulkan bahwa pengembangan kewirausahaan mahasiswa memerlukan ekosistem kolaboratif antara universitas, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan komunitas.
Copyrights © 2026