Pertumbuhan industri kopi di Kota Malang menuntut usaha mikro menjaga kualitas tanpa risiko finansial tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keputusan strategis Bengkel Coffee Malang dalam memilih kemitraan roasting pihak ketiga untuk menjaga kualitas produk. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik berpengalaman 14 tahun, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Bengkel Coffee menerapkan strategi emergent dan asset-light operation melalui model alih daya (outsourcing). Keputusan ini didasari rasionalitas efisiensi biaya tetap, mitigasi risiko teknis, dan fokus pada kompetensi inti yaitu pengendalian bahan baku. Meskipun manufaktur dilakukan eksternal, kontrol kualitas tetap terjaga melalui standar input yang ketat dan penguasaan variabel pasca-sangrai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan strategis memungkinkan UMKM kopi tetap kompetitif melalui fleksibilitas operasional dan efisiensi sumber daya tanpa mengorbankan identitas profil rasa. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan aset bukan penghalang bagi UMKM untuk mencapai keunggulan kompetitif.
Copyrights © 2026