Signage komersial merupakan elemen penting dalam lanskap visual ruang publik pariwisata karena berperan sebagai medium komunikasi sekaligus representasi identitas tempat. Artikel ini bertujuan membahas signage komersial di kawasan Jalan Legian, Kuta, sebagai artefak visual yang merekam negosiasi antara nilai lokal Bali dan pengaruh global dalam konteks pariwisata, dengan era 1990-an digunakan sebagai kerangka historis dan kultural pembacaan. Penulisan dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis diskursif terhadap teks visual, didukung oleh dokumentasi observasi lapangan berupa 24 foto yang merepresentasikan 30 signage komersial. Analisis mengacu pada konsep Identity of Place, glokalisasi, dan semiotika visual untuk menafsirkan elemen bahasa, tipografi, warna, ornamen, serta material signage. Hasil pembahasan menunjukkan dominasi signage berorientasi global dengan penggunaan bahasa Inggris dan estetika desain modern, disertai kehadiran unsur lokal yang sebagian besar bersifat simbolik dan dekoratif, serta sebagian kecil menampilkan negosiasi lokal–global yang lebih seimbang. Temuan ini menegaskan pentingnya dokumentasi dan pembacaan kritis signage sebagai bagian dari memori visual kawasan dalam menjaga kesinambungan identitas visual pariwisata Bali di tengah kecenderungan homogenisasi desain global.
Copyrights © 2026