Studi ini menganalisis strategi ketahanan elektoral Mukhammad Misbakhun dalam mempertahankan kekuasaan sebagai anggota legislatif selama tiga periode pemilu (2009, 2014, dan 2019), serta keberhasilan elektoralnya. Fokus utama studi ini adalah bagaimana sirkulasi modal sosial, termasuk jaringan hubungan, kedekatan ideologis, dan basis loyalitas konstituen, berkorelasi dengan ketahanan politik calon legislatif petahana, bahkan ketika berpindah partai politik. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dan data dari wawancara mendalam, dokumentasi kampanye, dan analisis media, temuan menunjukkan bahwa modal sosial tidak hanya statis, tetapi juga bersirkulasi dan direproduksi secara strategis dalam ruang politik elektoral. Misbakhun mampu mengelola dan mengembangkan modal sosialnya melalui adaptasi terhadap konteks partai, dinamika lokal, dan konsistensi narasi politik yang dibangun selama masa jabatannya. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana hubungan sosial-politik, lebih dari sekadar struktur partai, merupakan penentu utama keberlangsungan kekuatan politik calon legislatif petahana di Indonesia
Copyrights © 2025