Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Asam urat, produk akhir metabolisme purin, memiliki peran ganda yang kontroversial sebagai antioksidan neuroprotektif dan pro-oksidan yang dapat memperburuk hasil klinis. Tujuan: Penelitian ini menganalisis peran kadar asam urat sebagai biomarker mortalitas pada pasien stroke iskemik. Metode: Studi deskriptif-analitik potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan total 150 pasien stroke iskemik yang dikonfirmasi melalui computed tomography. Data usia, jenis kelamin, kadar asam urat serum, dan status mortalitas diekstrak dari rekam medis. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Mann–Whitney U untuk perbandingan bivariat, dan regresi logistik biner untuk analisis multivariat. Signifikansi statistik ditetapkan pada p<0,05. Hasil: Lima dari 150 subjek (3,3%) meninggal. Uji Mann–Whitney U menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada median asam urat serum antara pasien yang meninggal dan yang selamat (p=0,441). Regresi logistik menemukan bahwa baik asam urat serum maupun jenis kelamin tidak signifikan memprediksi mortalitas. Usia merupakan prediktor independen yang signifikan: setiap peningkatan usia satu tahun dikaitkan dengan penurunan peluang bertahan hidup. Simpulan: Kadar asam urat tidak terbukti sebagai prediktor signifikan terhadap mortalitas pasien stroke iskemik. Sebaliknya, usia lanjut ditemukan sebagai satu-satunya faktor independen yang berhubungan dengan penurunan peluang bertahan hidup.
Copyrights © 2026