Latar Belakang: Masa remaja ditandai dengan kematangan organ reproduksi, yang secara signifikan direpresentasikan oleh fenomena menarche yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti status gizi, genetik, aktivitas fisik, dan paparan media. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian menarche pada siswi SD Muhammadiyah Mantaran Sleman. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yang melibatkan 53 siswi kelas V dan VI. Instrumen yang digunakan meliputi stadiometer, timbangan (IMT/U), dan wawancara, dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 50,9% responden memiliki status gizi baik dan 49,1% overweight. Mayoritas siswi (58,5%) telah mengalami menarche, didominasi oleh kategori menarche dini (≤ 11 tahun). Hasil : hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,034 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian menarche dengan tingkat keeratan rendah (coefficient contingency 0,279). Simpulan: Remaja dengan status gizi lebih memiliki kecenderungan mengalami menarche lebih awal. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi seimbang bagi orang tua dan remaja guna mencegah menarche dini dan mengoptimalkan pemantauan pertumbuhan.
Copyrights © 2026