Setiap tahun timbulan sampah yang masuk ke TPA Sarimukti selalu bertambah. Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar sampah ke Sarimukti dengan total sampah masuk sebesar 6.495.971 ton atau 77,15% dari total sampah masuk dan diikuti oleh Kabupaten Bandung Barat sebesar 546.566 ton (6,49%). Banyaknya sampah yang masuk ke TPA Sarimukti seiring waktu akhirnya membuat TPA tidak layak lagi menampung sampah karena sudah melebihi kapasitasnya. Kelebihan kapasitas ini menyebabkan sungai di sekitarnya menjadi tercemar hingga akhirnya pemerintah Bandung Barat mengeluarkan surat Intruksi Bupati Nomor 8 Tahun 2023 Tentang Penanganan Sampah Pada Masa Darurat dan Pasca Masa Darurat Sampah Kabupaten Bandung Barat yang intinya mengintruksikan masyaraka wajib mengelola sampah secara mandiri melalui bank sampah. Untuk itu, penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya jumlah timbulan sampah yang terus meningkat setiap tahunnya dan menyebabkan sampah tidak dikelola dengan baik sehingga pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Barat belum efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana efektivitas pengelolaan sampah melalui aktivitas di Bank Sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan teori dalam penelitian diukur melalui metode Theory of Planned Behaviour (TPB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah melalui Bank Sampah cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bertanggung jawab terhadap sampah yang ditimbulkannya.
Copyrights © 2026