Penghapusan praktik open dumping merupakan prioritas utama kebijakan pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi keberlanjutan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, yang masih beroperasi dengan sistem open dumping. Penilaian dilakukan menggunakan metode Multi-Dimensional Scaling (MDS) melalui perangkat RAPWASTE, dengan melibatkan 20 responden kunci (n = 20) yang terlibat langsung dalam pengelolaan TPA. Analisis mencakup enam dimensi keberlanjutan, yaitu teknis operasional, pembiayaan, kelembagaan, regulasi, sosial/partisipasi masyarakat, dan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan, dengan nilai indeks antara 51,77–63,45. Dimensi lingkungan memiliki kinerja relatif terbaik, sementara dimensi pembiayaan dan teknis operasional masih menjadi aspek paling lemah. Analisis sensitivitas mengidentifikasi teknologi dan sistem operasional TPA, biaya penambahan kapasitas sel, implementasi SOP, struktur kelembagaan, partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah, serta pengendalian vektor penyakit sebagai faktor kunci penentu keberlanjutan. Temuan penelitian menegaskan bahwa peningkatan keberlanjutan TPA memerlukan perbaikan teknis, reformasi pembiayaan, penguatan SOP, dan tata kelola kelembagaan guna mendukung transisi menuju sanitary landfill dan mencapai target nasional penghapusan open dumping pada periode 2025–2029.
Copyrights © 2026