Beban kerja teknisi pemeliharaan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bersifat kompleks karena melibatkan aktivitas fisik yang intens disertai tuntutan kognitif dan tanggung jawab keselamatan yang tinggi. Ketidakseimbangan beban kerja berpotensi menurunkan kinerja, meningkatkan kelelahan, serta memicu human error yang berdampak pada keandalan pembangkit. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja fisik dan mental teknisi pemeliharaan PLTA PT XYZ sebagai dasar perumusan rekomendasi perbaikan sistem kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan Workload Analysis (WLA) berbasis work sampling untuk mengukur beban kerja fisik dan NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk menilai beban kerja mental. Penelitian melibatkan 15 teknisi pemeliharaan. Hasil analisis menunjukkan nilai Full Time Equivalent (FTE) sebesar 1,13, yang berada pada kategori normal namun mendekati batas atas, serta skor NASA-TLX sebesar 52,68 yang termasuk kategori beban kerja mental tinggi dengan dimensi dominan Mental Demand, Own Performance dan Temporal Demand. Hasil integrasi menunjukkan bahwa jumlah teknisi secara kuantitatif masih mencukupi, namun tekanan kerja muncul akibat keterbatasan fleksibilitas waktu dan tuntutan kognitif. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi pengukuran beban kerja fisik dan mental sebagai dasar evaluasi dan optimalisasi sistem kerja pemeliharaan PLTA secara ergonomis, aman, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026