ABSTRAK Latar Belakang: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan kumpulan gejala visual, okular, dan ekstraokular akibat penggunaan perangkat digital dalam durasi yang lama. Pada populasi remaja, peningkatan penggunaan perangkat digital tidak hanya memicu CVS tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk diduga dapat memperberat kelelahan mata dan menurunkan fungsi konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas tidur terhadap keluhan CVS pada siswa SMAN 28 Tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 104 siswa SMAN 28 Tangerang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square ($p < 0,05$). Hasil: Prevalensi CVS pada siswa mencapai 76% (79 siswa), sementara prevalensi kualitas tidur buruk sebesar 75% (78 siswa). Berdasarkan analisis data, responden dengan kualitas tidur buruk mayoritas mengalami CVS (93,6%), sedangkan pada kelompok kualitas tidur baik, hanya 23,1% yang mengalami keluhan tersebut. Hasil uji statistik menunjukkan nilai $p = 0,000$, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan secara statistik antara kualitas tidur dengan keluhan CVS. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas tidur dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada siswa SMAN 28 Tangerang. Semakin buruk kualitas tidur, semakin tinggi risiko siswa mengalami gejala visual, okular, dan ekstraokular. Optimalisasi waktu istirahat dan kualitas tidur sangat disarankan bagi siswa untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan perangkat digital.
Copyrights © 2026