Pendahuluan: Karsinoma sel skuamosa rongga mulut, termasuk kanker lidah, masih memiliki luaran klinis yang kurang baik dan terapi konvensional dapat menimbulkan efek samping. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung polifenol (terutama EGCG) yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini menilai efek ekstrak daun teh hijau terhadap proliferasi dan siklus sel Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan sel HSC-3. Kelompok proliferasi: DMEM (kontrol), cisplatin 15 µM (kontrol positif), dan ekstrak teh hijau 160, 320, 640, 960 µg/mL; pengukuran dengan MTT assay. Siklus sel dianalisis menggunakan flow cytometry (PI) pada cisplatin, DMEM, dan ekstrak 40, 80, 100, 160 µg/mL. Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey (p<0,05). Hasil: Rata-rata proliferasi DMEM 31.432 dan cisplatin 24.604. Ekstrak teh hijau menunjukkan perubahan proliferasi: 160 µg/mL 37.384; 320 µg/mL 30.346; 640 µg/mL 6.124; 960 µg/mL 608. ANOVA proliferasi signifikan (F=501,241; p=0,000). Distribusi siklus sel menunjukkan proporsi G0/G1 meningkat pada 160 µg/mL (58,5%) dibanding 40 µg/mL (31,8%), namun ANOVA siklus sel tidak signifikan (F=1,624; p=0,228). Pembahasan: Ekstrak teh hijau bersifat dose-dependent dalam menekan proliferasi sel HSC-3, dengan efek paling kuat pada 640–960 µg/mL. Perubahan pola siklus sel cenderung mengarah ke peningkatan G0/G1, tetapi belum bermakna secara statistik. Simpulan: Ekstrak daun teh hijau menurunkan proliferasi sel HSC-3 secara signifikan, namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada distribusi siklus sel.
Copyrights © 2026