Rendahnya produktivitas kebun kakao rakyat di Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, disebabkan oleh lemahnya penerapan pemangkasan teratur, pemupukan berimbang, panen sering, dan sanitasi kebun. Hasil observasi awal terhadap 15 petani menunjukkan bahwa 73% petani belum melakukan pemangkasan terarah, 67% melakukan panen tidak teratur, dan sanitasi kebun jarang dilakukan sehingga meningkatkan serangan hama dan penyakit. Kegiatan ini bertujuan memperbaiki praktik perawatan kebun melalui penerapan teknik P3S (Pemangkasan, Pemupukan, Panen Sering, dan Sanitasi) dengan pendekatan partisipatif. Pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, penyuluhan, demonstrasi lapangan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi dan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani sebesar 60% berdasarkan evaluasi diskusi dan praktik langsung. Sebanyak 80% petani mampu melakukan pemangkasan terarah, frekuensi panen menjadi lebih rutin, dan sanitasi kebun mulai dilakukan secara berkala. Perubahan ini berdampak pada kondisi kebun yang lebih bersih dan tajuk tanaman lebih teratur. Penerapan teknik P3S terbukti efektif meningkatkan kapasitas dan partisipasi petani dalam pengelolaan kebun kakao secara terpadu dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026