Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat bergantung pada optimalisasi penerimaan pajak daerah, yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan strategi komunikasi publik. Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran pelayanan perpajakan Bapenda Jatim untuk meningkatkan kepatuhan dan partisipasi wajib pajak. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi program e-Channel serta sosialisasi digital. Hasil penelitian menunjukkan Bapenda Jatim menerapkan strategi pemasaran digital yang meliputi produk, promosi, tempat, dan proses, didukung kolaborasi dengan berbagai instansi, yang efektif meningkatkan kesadaran dan akses layanan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan seperti dukungan pemerintah dan inovasi digital, namun juga kelemahan seperti citra birokrasi dan literasi digital yang belum merata. Kendala literasi digital dan jangkauan promosi di daerah terpencil masih ada. Rekomendasi mencakup peningkatan komunikasi dua arah, personalisasi pesan, dan integrasi data layanan untuk memperkuat loyalitas. Penelitian ini berkontribusi pada pemasaran sektor publik, menegaskan bahwa pelayanan publik modern memerlukan strategi pemasaran yang adaptif, partisipatif, dan berbasis teknologi digital.
Copyrights © 2026