Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana pemahaman etika bisnis syariah mempengaruhi kualitas pelayanan pelaku usaha jasa ekspedisi di Kabupaten Nabire. Kondisi geografis dan tantangan logistik di Nabire menuntut tingkat integritas yang tinggi dari para penyedia layanan. Pemahaman etika bisnis syariah tidak hanya berfungsi sebagai landasan moral, tetapi juga sebagai solusi atas permasalahan ketidakpastian waktu pengiriman dan keamanan barang. Dengan mengedepankan transparansi dalam tarif dan kondisi barang, pelaku usaha dapat meminimalisir praktik gharar (ketidakjelasan) yang sering memicu keluhan pelanggan di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik ekspedisi, karyawan operasional, serta pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi prinsip syariah—seperti siddiq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), fathonah (profesionalisme), dan tabligh (transparansi)—membentuk pola pelayanan yang nyata. Pelaku usaha yang memahami nilai-nilai ini terbukti lebih responsif dalam menangani keluhan, lebih amanah dalam menjaga barang, dan lebih transparan dalam berkomunikasi. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kualitas pelayanan di sektor logistik Nabire tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia yang berintegritas. Penerapan prinsip etika syariah secara konsisten terbukti mampu menciptakan loyalitas pelanggan yang lebih kuat dibandingkan sekadar persaingan harga.
Copyrights © 2026