Perubahan kurikulum di era modern menuntut peserta didik dan pendidik untuk beradaptasi dengan pendekatan baru yang lebih kompleks, kreatif, dan dinamis. Dalam tuntutan tersebut, aspek emosional, khususnya sukacita, memegang peran kunci dalam meningkatkan motivasi intrinsik, ketahanan belajar, dan kesejahteraan psikologis. Artikel ini mengkaji peran sukacita dalam proses belajar berdasarkan tinjauan psikologi positif dan motivasi, serta memberikan strategi praktis untuk membangun lingkungan belajar yang penuh sukacita di tengah tantangan Kurikulum Merdeka
Copyrights © 2026