Pasar tradisional memiliki risiko tinggi terhadap bencana kebakaran akibat kepadatan bangunan, instalasi listrik yang kurang aman, serta penggunaan bahan mudah terbakar. Kebakaran yang pernah terjadi di Pasar Walikukun Widodaren menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan pedagang pasar dalam mengurangi dampak bencana.. Tujuan; mengetahui gambaran kesiapsiagaan pedagang pasar dalam menghadapi bencana kebakaran di Pasar Walikukun Widodaren. Metode; Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 512 pedagang, dengan sampel sebanyak 84 pedagang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kesiapsiagaan kebakaran yang mengacu pada parameter kesiapsiagaan LIPI dan UNESCO. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33,3% pedagang berada pada kategori hampir siap, 27,4% belum siap, 22,6% kurang siap, 15,5% siap, dan 1,2% sangat siap dalam menghadapi bencana kebakaran. Kesimpulan; Sebagian besar pedagang pasar belum memiliki kesiapsiagaan yang optimal dalam menghadapi bencana kebakaran sehingga diperlukan peningkatan edukasi, pelatihan, dan simulasi kebakaran secara berkelanjutan
Copyrights © 2026