Kemiskinan tetap menjadi tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, yang diperparah oleh kurangnya sistem identifikasi presisi untuk penyaluran bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) dalam mengklasifikasikan tingkat kemiskinan di 514 kabupaten/kota di Indonesia guna mendukung pengambilan keputusan kebijakan sosial yang lebih tepat sasaran. Metode yang digunakan mencakup analisis dataset dengan 12 atribut indikator sosial-ekonomi, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan akses sanitasi. Tahapan pra-pemrosesan data melibatkan normalisasi min-max untuk menyelaraskan skala fitur yang heterogen serta teknik Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk mengatasi ketidakseimbangan distribusi kelas antara kategori "Miskin" dan "Tidak Miskin". Model divalidasi menggunakan metode 10-fold cross-validation dengan menguji variasi parameter k (3, 5, dan 7) melalui perangkat lunak RapidMiner. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa algoritma KNN dengan parameter k=3 menghasilkan performa paling optimal dengan tingkat akurasi sebesar 89,88%. Meskipun presisi untuk kelas minoritas (miskin) tercatat sebesar 55,00%, model ini mampu mencapai nilai recall yang sangat tinggi, yakni 88,71%, serta rata-rata tertimbang F1-score sebesar 93,45%. Tingginya nilai recall menunjukkan kemampuan model dalam mendeteksi mayoritas penduduk miskin secara akurat, sehingga meminimalkan risiko pengabaian bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi normalisasi dan SMOTE pada algoritma KNN secara signifikan meningkatkan sensitivitas model dalam mengidentifikasi kelompok rentan. Penggunaan model ini dianggap layak untuk kebijakan sosial inklusif karena lebih mengutamakan pengurangan kesalahan pengabaian (false negative). Namun, terdapat keterbatasan pada penggunaan data agregat wilayah yang berisiko memicu ecological fallacy. Untuk penelitian mendatang, disarankan penggunaan data tingkat rumah tangga yang lebih mikro serta integrasi indikator multidimensi yang lebih luas guna meningkatkan presisi identifikasi individu
Copyrights © 2025