Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan hipertensi pada masyarakat usia 22–59 tahun di Kecamatan Kartasura. Penelitian kuantitatif observasional ini melibatkan 200 responden (rumus Slovin). Tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan hipertensi diukur dengan sphygmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s tau-b. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan hipertensi (r = 0,626; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar risiko peningkatan tekanan darah. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya integrasi skrining kesehatan mental dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya pada program pencegahan dan pengendalian hipertensi. Tenaga kesehatan disarankan tidak hanya berfokus pada terapi farmakologis, tetapi juga mempertimbangkan intervensi psikologis seperti manajemen stres dan konseling untuk membantu mengontrol tekanan darah secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2026