Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang sering terjadi pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor diet. Konsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Selain itu, teh mengandung polifenol yang diduga dapat memengaruhi metabolisme purin dan pembentukan asam urat. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan konsumsi teh dengan kadar asam urat masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi purin dan kebiasaan minum teh dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Triyagan, Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 18 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling karena keterbatasan populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Konsumsi purin dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kebiasaan minum teh diukur menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan dengan metode enzimatik di laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi purin berhubungan signifikan dengan kadar asam urat (p = 0,003), sedangkan kebiasaan minum teh tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar asam urat (p = 0,260). Dengan demikian, konsumsi purin berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat pada lansia, sementara kebiasaan minum teh tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Copyrights © 2026