Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang akurat merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan akuntabilitas dan kinerja keuangan pemerintah daerah. Namun, ketidaksesuaian pencatatan aset, lemahnya pengawasan internal, dan perencanaan anggaran yang belum terintegrasi masih menjadi penyebab rendahnya kualitas laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengelolaan aset, pengawasan internal, dan perencanaan anggaran terhadap kinerja keuangan melalui akurasi data BMD pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 105 pegawai yang terlibat dalam pengelolaan aset dan pelaporan keuangan, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan internal berpengaruh signifikan terhadap akurasi data BMD, sedangkan pengelolaan aset dan perencanaan anggaran belum menunjukkan pengaruh yang signifikan. Akurasi data BMD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan serta berperan sebagai mediator parsial. Model mampu menjelaskan 51,2% variasi kinerja keuangan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris bahwa penguatan sistem pengendalian internal dan digitalisasi pengelolaan aset menjadi strategi kunci dalam meningkatkan keandalan data aset serta kualitas pelaporan keuangan pemerintah daerah.
Copyrights © 2026