Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur kepemilikan, free cash flow, dan investment opportunity set terhadap kebijakan dividen melalui kebijakan hutang pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi 131 perusahaan dan sampel 24 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis regresi data panel dilakukan dengan menggunakan EViews 12, dengan Fixed Effect Model sebagai model yang paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Namun, free cash flow dan investment opportunity set berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan hutang. Terhadap kebijakan dividen, struktur kepemilikan dan free cash flow berpengaruh negatif signifikan, sedangkan investment opportunity set tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, kebijakan hutang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan teori keuangan dengan menekankan peran mediasi kebijakan hutang dalam hubungan antara struktur kepemilikan, free cash flow, investment opportunity set, dan kebijakan dividen. Temuan ini mengimplikasikan bahwa manajemen perlu mempertimbangkan keputusan struktur modal dan ketersediaan arus kas secara cermat dalam menetapkan kebijakan hutang dan dividen guna menjaga keseimbangan antara tujuan perusahaan dan kepentingan pemegang saham.
Copyrights © 2026