Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis Diabetes Mellitus tipe 2 akibat neuropati perifer dan gangguan sirkulasi arteri. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola pengobatan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum di RSUD Dr. Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental dengan desain cross-sectional bersumber dari data rekam medik pasien rawat inap secara retrospektif sebanyak 36 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (64%), dengan usia 46–55 tahun (47%), dan tidak bekerja (64%). Ulkus di diagnosa paling banyak terjadi pada Wagner 3 (33%) dan Wagner 2 (31%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ceftazidime (25%), ciprofloxacin-metronidazole (22,22%), dan ceftriaxone-metronidazole (19,44%). Pada terapi antidiabetik, kombinasi insulin Glargine (Sansulin Log-G Dispopen)® dan Levemir® Flexpen (27,78%).
Copyrights © 2026