Manajemen konfigurasi infrastruktur server secara manual pada perusahaan ritel dengan banyak cabang sering kali menghadapi kendala efisiensi waktu dan tingginya risiko kesalahan manusia (human error). Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem otomatisasi konfigurasi server DNS dan NTP menggunakan pendekatan Infrastructure as Code (IaC) dengan tools Ansible dan antarmuka manajemen Semaphore. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain Pre-test and Post-test Group serta pengujian kinerja (performance testing) dan validasi fungsional untuk membandingkan kinerja antara konfigurasi manual (konvensional) dan otomatisasi. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan. Pada skenario satu server, waktu konfigurasi berkurang dari 27 menit menjadi 8 menit dengan efisiensi sebesar 70,4%. Peningkatan kinerja yang lebih drastis terlihat pada implementasi skala luas (14 server), di mana metode otomatisasi mampu memangkas waktu dari estimasi 378 menit (metode manual) menjadi 9 menit berkat kemampuan eksekusi paralel, menghasilkan tingkat efisiensi waktu mencapai 97,6%. Selain kecepatan, sistem ini juga berhasil menstandarisasi konfigurasi, mengeliminasi kesalahan teknis, dan mempermudah pemantauan infrastruktur secara terpusat.
Copyrights © 2026