Manufaktur busana siap pakai saat ini telah banyak menggunakan kain serat lyocell untuk memproduksi produknya. Kemintang.id menggunakan kain serat lyocell karena mengusung konsep produk fesyen yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pembiayaan yang secara spesifik meliputi biaya produksi, penerimaan, pendapatan, titik impas, rasio penerimaan dalam manufaktur busana siap pakai yang menggunakan kain serat lyocell melalui studi kasus Kemintang.id. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Struktur biaya produksi di Kemintang.id terbagi menjadi biaya produksi tetap dan biaya produksi variabel. Kemintang.id mengeluarkan biaya produksi Rp.60.620.500 per tahun untuk memproduksi produk selama tahun 2022. Jumlah biaya produksi tetap Rp.12.660.000 per tahun dan biaya produksi variabel Rp.47.960.500 per tahun. Kemintang.id mendapatkan penerimaan Rp.120.286.200 per tahun dan jumlah pendapatan yang diterima Rp.59.665.700 per tahun. Nilai break even point Kemintang.id Rp.21.055.079 per tahun, Kemintang melewati nilai break even point dari pendapatan yang diterima. Nilai rasio penerimaan biaya Kemintang.id 1,98 yang telah mencapai batas nilai > 1. Kemintang.id menguntungkan secara ekonomi dan dipertimbangkan untuk dilanjutkan.
Copyrights © 2026