Kinerja keuangan adalah tolok ukur krusial yang menunjukkan sejauh mana perusahaan berhasil dalam mengelola sumber daya guna mencapai sasaran operasional dan profit. Perusahaan farmasi sebagai sektor strategis yang berperan dalam menyediakan produk kesehatan perlu menjaga stabilitas kinerja keuangannya, terutama setelah masa pandemi yang menimbulkan fluktuasi pada aktivitas produksi dan pendanaan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dampak dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan berbasis kuantitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling, yang menghasilkan lima perusahaan yang memenuhi syarat. Analisis bantuan data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS25. Hasil analisis parsial mengenai kinerja keuangan menunjukkan bahwa dari tiga rasio yang dianalisis, Rasio Likuiditas memiliki nilai sebesar -0,681 tidak menunjukkan dampak yang signifikan, sementara Rasio Solvabilitas dengan nilai sebesar -6,028 memiliki dampak negatif yang signifikan, dan Rasio Rentabilitas memilki nilai sebesar 43,949 menunjukkan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja keuangan. Dalam hal ini, struktur modal memiliki peran yang lebih penting dalam mempengaruhi kinerja keuangan dibandingkan dengan likuiditas.
Copyrights © 2026