Abstrak ini disusun berdasarkan hasil penelitian skripsi yang mengkaji hubungan antara kinerja keuangan dan harga saham pada perusahaan subsektor telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah ketidaksesuaian antara perubahan rasio keuangan perusahaan dengan pergerakan harga saham di pasar modal, khususnya pada masa pandemi dan pascapandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Current Ratio (CR) terhadap harga saham perusahaan subsektor telekomunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan data harga saham perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 13 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 65 unit observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan tahapan pemilihan model melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan CR tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa investor lebih memprioritaskan aspek profitabilitas dan struktur permodalan dibandingkan likuiditas jangka pendek dalam pengambilan keputusan investasi pada subsektor telekomunikasi.
Copyrights © 2026