Perilaku penanganan dismenore mencakup serangkaian tindakan atau respons yang diambil individu untuk mengatasi nyeri haid, dengan tujuan mengurangi dampak negatifnya terhadap aktivitas sehari-hari. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan perilaku penanganan dismenore adalah melalui penyuluhan kesehatan. Penyuluhan warm compress merupakan upaya edukasi yang diberikan kepada individu atau kelompok mengenai cara melakukan kompres hangat, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau menghilangkan nyeri, serta mencegah atau mengurangi spasme otot. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan warm compress terhadap perilaku penanganan dismenore pada remaja putri berusia 15-18 tahun di SMA Miftahul Ulum Kaliglagah. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswi di SMA Miftahul Ulum Kaliglagah yang berjumlah 83 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dan diperoleh sebanyak 69 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi SOP penyuluhan warm compress dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Wilcoxon, nilai Z yang diperoleh adalah -7,236 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Karena nilai signifikansi < ?, maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh penyuluhan warm compress terhadap perilaku penanganan dismenore pada remaja usia 15-18 tahun di SMA Miftahul Ulum Kaliglagah. Dapat disimpulkan bahwa intervensi ini efektif sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perilaku penanganan dismenore pada remaja
Copyrights © 2026