UMKM pertambangan marmer di Desa Campurdarat memiliki aset alam dan produksi yang kuat, namun menghadapi kendala besar dalam promosi digital. Rendahnya literasi digital dan ketergantungan pada pasar lokal membatasi perkembangan usaha. Pendampingan ini mengevaluasi program pemberdayaan digital yang melibatkan 3 peserta pelaku UMKM selama 20 hari. Dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), intervensi dilakukan melalui tahap identifikasi aset, workshop strategi digital, pembuatan konten partisipatif, serta pendampingan manajemen media sosial. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner persepsi yang dianalisis secara deskriptif dengan triangulasi. Hasil menunjukkan dampak nyata: 40,63% peserta setuju bahwa visibilitas pasar mereka meningkat, dan 45,63% menyepakati urgensi kegiatan ini. Program ini berhasil membentuk identitas daring melalui konten Instagram Reels serta meningkatkan keterampilan digital praktis peserta. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis aset mampu memperkuat kapasitas promosi dan mendukung transformasi digital pedesaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026