Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) terus menjadi ancaman serius bagi remaja karena dapat mengganggu kesehatan, perkembangan psikososial, serta kestabilan lingkungan sosial mereka. Pada masa remaja, dinamika pencarian jati diri dan kuatnya pengaruh pergaulan menjadikan kelompok ini lebih rentan terhadap risiko penyalahgunaan narkoba, terutama ketika literasi mengenai bahaya narkoba masih rendah. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya edukasi preventif yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu melibatkan komunitas secara langsung. Kegiatan pengabdian ini mengulas pelaksanaan penyuluhan anti-narkotika dalam program dengan dosen dan mahasiswa yang bekerja sama dengan BNN Kabupaten Gresik. Dukungan tokoh masyarakat, peran karang taruna, serta keterlibatan mahasiswa menjadi aset penting dalam membangun lingkungan yang lebih partisipatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa akan mendorong keterlibatan yang lebih aktif dari komunitas dan meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya narkoba
Copyrights © 2026