Era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi telah melahirkan fenomena dehumanisasi yang mengancam nilai-nilai kemanusiaan fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi spiritualitas irfani dan etika sosial dalam menghadapi berbagai bentuk dehumanisasi kontemporer. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis konsep-konsep spiritualitas irfani seperti ma'rifah, tauhid, dan insan kamil, serta prinsip-prinsip etika sosial seperti ihsan, rahmah, 'adalah, dan ukhuwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas irfani menawarkan alternatif paradigmatik yang komprehensif untuk merestorasi dimensi sakral kemanusiaan yang hilang akibat instrumentalisasi dalam sistem kapitalis, teknologisasi kehidupan, dan fragmentasi sosial. Spiritualitas irfani tidak hanya memberikan fondasi ontologis bagi martabat kemanusiaan universal, tetapi juga menyediakan jalur transformasi individual yang menghasilkan kesadaran spiritual mendalam dan mendorong aktualisasi etika sosial dalam kehidupan konkret. Etika sosial yang bersumber dari spiritualitas irfani termanifestasi dalam empati universal, tanggung jawab moral terhadap sesama dan alam, serta komitmen terhadap keadilan dan keseimbangan kosmis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi spiritualitas irfani melalui pendidikan spiritual, pembentukan komunitas berbasis nilai spiritual, dan integrasi dimensi spiritual dalam kebijakan publik dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi krisis kemanusiaan di era modern. Rekomendasi penelitian meliputi pengembangan framework teoretis yang lebih komprehensif, penelitian empiris tentang efektivitas praktik spiritual, serta intensifikasi dialog antaragama berbasis common spiritual ground untuk membangun peradaban yang lebih humanis dan berkeadilan
Copyrights © 2026