Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global, mempengaruhi sekitar 1,28 miliar orang dewasa di seluruh dunia dan 34,11% penduduk Indonesia berusia ≥18 tahun. Terapi farmakologis konvensional menghadapi tantangan implementasi signifikan, meliputi ketidakpatuhan pasien akibat efek samping seperti batuk kering dan hipokalemia pada diuretik dengan tingkat adherence hanya 50-70%, biaya pengobatan jangka panjang yang tinggi, serta aksesibilitas tidak merata terutama di daerah terpencil dan populasi dengan tingkat sosial ekonomi rendah. Tinjauan literatur ini menganalisis efektivitas terapi akupresur titik Taichong (LR 3) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi menggunakan pendekatan systematic literature review dengan pencarian artikel melalui basis data PubMed, ProQuest, Semantic Scholar, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2015-2025 mengikuti pedoman PRISMA 2020. Dari 38.789 artikel teridentifikasi, penyaringan bertahap menghasilkan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan akupresur titik Taichong efektif menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 6-22 mmHg dan diastolik 3-8,5 mmHg dengan perbedaan signifikan secara statistik (p<0,05). Durasi efektif adalah 3-15 menit per sesi menggunakan teknik hold-release (tahan 5 detik, lepas 1 detik) sebanyak 30 kali pengulangan, dengan frekuensi minimal sekali sehari atau setiap 2 hari selama minimal 3 hari berturut-turut. Akupresur titik Taichong (LR 3) terbukti efektif sebagai terapi komplementer yang dikombinasikan dengan terapi farmakologis dan modifikasi gaya hidup, serta menjadi pilihan self-care intervention mudah diaplikasikan untuk meningkatkan kontrol tekanan darah dan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026